Tokoh IPPAT Ajukan Langkah Hukum Hasil Kongres Makassar

 

 

NOTARISNEWS (Jakarta)- Tiga kandidat calon ketua umum (Caketum) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama sejumlah tokoh IPPAT menolak hasil keputusan Presidium Kongres IPPAT ke-VII di Makassar.

Dalam keterangan pers beberapa waktu lalu di salah satu hotel di Jakarta mereka mempersoalkan terpilihnya Julius Purnawan sebagai Ketua Umum PP IPPAT dengan hasil kertas suara 1.209 dari 4.212 pemilih karena dianggap banyak kecurangannya.

 Tokoh dan Caketu IPPAT yang menolak Julius jadi Ketua PP IPPAT antara lain cakum Hapendi Harahap (Notaris Cilegon-Banten), Otty Hari Chandra Ubayani (Notaris Jakarta Selatan), Firdhonal (Notaris Jakarta Timur), dan Tim hukum Pieter Latumenten.

Firdhonal menyatakan dia melihat ada keganjilan dalam kongres IPPAT tersebut dimana satu peserta bisa mendapat 3 atau 2 kertas suara. 

Menurut Firdhonal usai penghitungan ketiga caketum sudah menyatakan keberatan ada selisih antara suara MKP dengan suara caketum tidak dibicarakan dalamkongres.

 Namun tanpa memperhatikan keberatan atau sanggahan pada waktu itu langsung ditetapkan pemenangnya.

“Kami meminta agar ditinjau kembali keputusan presedium. Kita berharap ada kelurusan kongres untuk menetapkan kembali calon ketum

 Sedangkan Pieter menyatakan saat ini tim hukum  ketiga caketum sedang melakukan inventarisasi bukti-bukti yuridis untuk melakukan langkah hukum baik litigasi maupun non litigasi. 

 Ditegaskan  Pieter, langkah hukum yang dilakukannya ini dibenarkan oleh undang-undang untuk mencari keabsahan kongres IPPAT ketujuh yang sampai saat ini masih disengketakan dimana ketiga caketum menolak keganjilan dan kecurangan-kecurangan dengan adanya dugaan kecurangan dan penyimpangan dari Anggaran Dasar maupun Rumah Tangga

“Kita berharap kongres-kongres kedepannya agar bisa melahirkan kongres yang lebih baik,” ujar Pieter.

Kongres IPPAT ke-7 diselenggarakan 27-28 Juli 2018 di Makassar akhir bulan lalu. Ribuan anggota IPPAT hadir untuk memililih satu di antara empat kandidat Ketua Umum IPPAT periode 2018-2021. Keempat kandidat ialah Firdhonal, Julius Purnawan, Otty Hari Chandra Ubayani, dan Hapendi Harahap.

Dalam penghitungan suara pemilih, Firdhonal meraih 673 suara, Julius Purnawan 1209 suara, Otty Hari Chandra Ubayani 1101, dan Hapendi Harahap 1150 suara dan ada 79 suara tidak sah.

Presidium Kongres menyatakan Julius Purnawan sebagai pemenang pemilihan dan langsung menetapkan hasilnya sebagai keputusan Kongres IPPAT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *