Kongres IPPAT Makassar Terlama, 5 Jam Penghitungan Suara Belum Selesai

Penghitungan suara

MAKASSAR (Renvoi News) – Perhitungan hasil suara pemilihan calon ketua umum IPPAT hingga 5 jam penghitungan belum selesai baru separuhnya terhitung. Sejumlah peserta merasakan kongres kali ini merupakan terlama dan dianggap parah dari kongres-kongres yang mereka ikuti sebelum-sebelumnya.

 

Beberapa peserta dari Bogor, Bekasi kepada renvoinews mengungkapkan kekecewaannya dan menganggap penitia tidak siap dan memiih EO yang tidak profesional.

 “Mereka sudah tahu kok jumlah pesertanya ada berapa, kan ketahuan dari jauh hari peserta yang mendaftar lewat online, seharusnya sudah diantisipasi menghadapi serbuan ribuan orang, jaman teknologi semestinya EO yang ditunjuk panitia sudah harus menyesuaikan menggunakan fasilitas elektronik bukan model kertas lagi,” tutur Acun satu peserta kongres.

Diakui mereka, untuk kongres tahun ini pesertanya luar biasa jauh di atas dari peserta kongres sebelumnya, sehingga banyak hal yang diluar dugaan terjadi hingga memperlambat kegiatan kongres. “Kata teman-teman lainnya, kongres kali ini terjelek mungkin karena peserta banyak sampai dapat MURI, tapi persiapan panitia kurang,” katanya.

Informasi jumlah peserta yang mendaftar ada 4.659 namun yang hadir sekitar 4.300 orang.

Bahkan pada hari pertama absensi ditiadakan oleh peserta, dikarenakan untuk absensi kertas, bisa-bisa memakan waktu berjam-jam dan antrian panjang bisa melelahkan peserta terutama para wanita.

Untuk pencoblosan sendiri, baru dimulai pukul 02:00 Waktu Indonesia Timur (WIT), peserta sudah bisa mengambil kertas suara mulai pukul 23:00 WIT. Namun demikian karena jumlah peserta hampir 5 ribu orang, mereka harus antri bergiliran dan memakan waktu berjam-jam hanya untuk mengambil kertas suara.

Akibatnya, penghitungan suara juga terbengkalai baru dilaksanakan pukul 05:00 Minggu pagi, dan hingga pukul 10:00 waktu setempat (WIT), baru dibacakan sekitar separuhnya, diperkirakan Minggu siang penghitungan selesai.

“Kemungkinan banyak yang pulang duluan dan tidak bisa mengetahui langsung siapa pemenangnya, sebab pesawat kami jam dua siang, sedangkan jam segini saja baru separuhnya. Kacewa lah kalau ga bisa denger dan lihat langsung hasilnya, soalnya kita sudah berkorban jauh-jauh dari Bogor ke Makassar,” kata Acun.

Hingga pukul 10:00 waktu Makassar sudah 1.900 suara dibacakan dengan hasil Julius Purnawan 650 suara, Otty Hari Chandra Ubayani 645 suara, Hapendi Harahap 609 suara dan Firdonal 390 suara. Hingga berita ini diturunkan penghitungan suara masih berlangsung. (dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *