Konsultasi Kesehatan: Cedera Tulang Belakang

Diasuh oleh:
Prof. DR. Dr. Satyanegara, SpBS
Rumah Sakit Satya Nagara
Sunter, Jakarta Utara

PERTANYAAN:
Saya punya kawan beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan saat mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Dia terjatuh dan terpelanting ketika motornya terkena lubang besar di jalan, dan dia pun tidak dapat bergerak. Kemudian dia ditolong dan dibawa ke rumah sakit. Hasil MRI menunjukkan dia mengalami cedera di tulang belakang dan menurut dokter dia harus menjalani operasi. Yang ingin saya tanyakan, seberapa jauh peran tulang belakang itu Prof. Satyanegara, kok dokter mengatakan teman saya dapat lumpuh? Terima kasih

Yani
SEMARANG

JAWABAN:
Tulang belakang (vertebra) adalah terdiri dari 33 buah tulang yang memanjang dari leher sampai ke pantat yaitu 7 buah tulang leher (servikal), 12 buah tulang punggung (torakal), 5 buah tulang pinggang (lumbal), 5 buah tulang pantat (sacral). Satu dengan yang lainnya dihubungkan satu sama lainnya oleh jaringan ikat (ligamentum) dan bantalan tulang (diskus intervertebralis)
Tulang belakang merupakan penopang utama tubuh manusia, tempat melekatnya otot-otot, juga sebagai pelindung saraf (medulla spinalis). Sistem otot dan ligamentum bertugas menjaga stabilitas dan memungkinkan pergerakan tulang belakang. Sistem saraf yang ada di dalam tulang belakang berfungsi mengantarkan perintah otak ke saraf-saraf tepi, dan juga mengantarkan rangsangan dari saraf tepi menuju otak. Sistem saraf ini memungkinkan organ-organ berfungsi dengan baik sesuai dengan tugasnya.

Cidera tulang belakang dapat terjadi akibat jatuh dari ketinggian, kecelakakan lalu lintas, kecelakakan olah raga, terpeleset, terdorong, terpukul, cedera lecut (whiplash injury), tertancap benda asing (luka bacok atau luka tertembak peluru dan sebagainya yang dapat menyebabkan patah atau pergeseran satu atau lebih segmen tulang belakang sehingga mengakibatkan rasa nyeri saat pergerakan atau gangguan fungsi organ yang dipersarafi saraf yang keluar dari tulang belakang. Gangguan fungsi dapat berupa gangguan gerak baik, gangguan pernafasan, gangguan berkemih, gangguan defekasi, dan sebagainya yang dapat berlangsung sementara maupun permanen, bahkan sampai fatal (kematian).

Gejala yang paling berat dari cedera tulang belakang adalah bila gangguannya terjadi pada segmen cervical 2-3, yaitu akan terjadi kelumpuhan otot-otot dada yang membantu pernafasan, sehingga penderitanya tidak mampu bernafas dan harus dibantu dengan mesin pernafasan untuk menjaga agar pasokan oksigen ke paru-paru tetap cukup.

Bila menjumpai kasus trauma/cedera tulang belakang, setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan saraf, diagnosisnya harus ditegakkan dengan pemeriksaan penunjang (foto rontgen, CT scan, maupun MRI). Pemeriksaan ini sangat penting untuk menentukan lokasi dan bentuk cedera tulang belakang. Kemudian untuk memeriksa fungsi sarafnya perlu dilakukan pemeriksaan EMG.

Tulang belakang yang mengalami kerusakan yang mengganggu sistem saraf, harus segera mendapatkan penanganan medis. Penanganan cedera tulang belakang dilakukan sesuai dengan tingkat parahnya dan kerusakan cederanya. Tindakan operasi dilakukan untuk kasus-kasus kerusakan tulang belakang yang menekan saraf sehingga menyebabkan nyeri luar biasa atau kelumpuhan. Operasi bertujuan untuk melepaskan penekanan tulang pada saraf, memberi ruang pada saraf tulang belakang yang membengkak akibat cedera danmemberi kesempatan penyembuhan saraf seoptimal mungkin . Selain itu, tindakan operasi juga bertujuan untuk memfiksasi segmen tulang belakang yang bergeser atau rusak sehingga tulang belakang tetap stabil sebagaimana mestinya.*R-3

1 comment

  1. ocha July 24, 2013 8:21 am  Reply

    prof mau nanya
    ayah saya udah oprasi tulang belakang, habis jatuh dari tangga. sekarang lumpuh, udah 10 tahun, penyembuhannya gimana?

    trims

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *